22.3.16

>> TIPS CERDAS MEMILIH FURNITURE MEJA MAKAN


Meja makan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari elemen furnitur dalam sebuah rumah. Perkembangan desainnya juga terus mengalami kemajuan yang cukup pesat. Berbagi corak dan motif sampai material yang unik dapat menjadi pilihan alternatif untuk keindahan sebuah ruang makan. Oleh karenanya, dalam memilih sebuah meja makan, perlu diperhatikan beberapa hal dengan lebih bijakkarena selama kurun waktu tertentu, meja makan akan selalu mendampingi setiap aktivitas Anda dalam berbagai jamuan. Jadi pilihlah yang terbaik dan sesuai dengan keinginan dan kriteria personal Anda. Berikut ini beberapa tips yang dapat Anda jadikan pedoman dalam memilih meja makan.

Ukuran
Memilih meja maka seharusnya sudah melalui proses pengukuran dengan besar kecilnya ruangan. Ruang makan yang kecil lebih sesuai dengan meja makan dengan ukuran kecil pula. Ruang makan yang besar juga membutuhkan meja makan dengan ukuran cukup besar. Penting diingat adalah memperhatikan jarak duduk antara kursi dengan dinding di belakang yang membatasi dan sirkulasi sekitar meja makan agar lalu lalang penghuni rumah dapat berjalan dengan leluasa. Ukuran meja makan setidaknya harus dipilih dengan ukuran yang ideal sehingga percakapan yang terjalin dengan orang yang duduk di seberang dapat menambah keakraban dan berjalan lancar.

Kapasitas
Selain ukuran meja makan, yang cukup penting adalah skala keperluan Anda. Seberapa sering Anda menggunakan meja makan dan seberapa banyak jumlah orang yang dijamu, akan menentukan besar kecilnya meja makan Anda. Jika hanya untuk anggota keluarga inti atau jamuan kecil maka akan lebih baik bila menggunakan meja makan dengan ukuran kecil. Begitu pula sebaliknya, bila Anda sering mengadakan jamuan dengan jumlah yang cukup banyak maka sebaiknya meja makan dengan ukuran besar merupakan pilihan yang terbaik. Namun bila Anda memiliki ruang makan yang besar tetapi Anda sering menjamu dalam ukuran kecil, lebih baik Anda membaginya dalam dua meja, sebab dengan begitu Anda mengisi ruangan tanpa terlalu banyak space kosong namun tetap menggunakan satu meja sebagai tempat jamuan.

Bentuk
Bentuk meja makan atau dining table yang paling umum dijumpai adalah bentuk persegi panjang. Selain karena mudah untuk penataan, bentuk persegi dapat menjamu orang dalam jumlah lebih banyak atau dalam jumlah kecil. Namun jika Anda menjamu dalam skala kecil atau anggota keluarga inti maka yang menjadi favorit adalah meja makan bentuk bundar. Hal ini disebabkan meja makan bentuk bundar memiliki posisi untuk bercakap-cakap yang lebih kondusif dan memudahkan orang untuk berinteraksi. Meja makan dengan bentuk bundar juga lebih menciptakan suasana keakraban dan cocok untuk jamuan kecil.

Style
Biarkan interior rumah Anda beserta elemennya menentukan style dari meja makan yang akan Anda pilih. Jika suasana yang dipilih adalah tradisional maka meja dengan desain tradisional merupakan pilihan terbaik. Jika kontemporer maka pakailah meja berdesain kontemporer. Selain desain/style, Anda juga perlu memilih material yang senada dengan ruangan-ruangan dalam rumah Anda sehingga meja makan Anda akan menjadi elemen pelengkap dalam dekorasi rumah Anda.

Finish
Meja makan tradisional biasanya terbuat dari kayu. Beberapa kayu seperti walnut dan mahogany menciptakan suasana formal sedangkan cerry dan oak lebih terlihat kasual. Meja makan kayu mudah dan rentan rusak namun dapat diperbaiki. Keunggulan meja tradisional yang terbuat dari kayu adalah menyembunyikan noda dan goresan yang mungkin terjadi. Selain terbuat dari bahan kayu, meja makan dapat terbuat dengan bagian atasnya dari kaca. Keunggulan dari kaca adalah tidak mudah rusak namun kelemahan yang nyata adalah seringkali meninggalkan sidik jari diatasnya sehingga memerlukan ketekunan untuk merawatnya.

Kualitas
Yang terakhir dan paling penting adalah jika Anda telah memilih meja yang paling cocok dengan Anda, maka perhatikanlah kualitasnya. Setelah Anda mempertimbangkan dari segala aspek ketika menentukan membeli sebuah produk, kualitas tetaplah menjadi faktor penentu.

>> SOLUSI PERTIMBANGAN " SHARE BEDROOM " UNTUK ANAK - ANAK


Menginjak usia sekolah, anak-anak berkembang menjadi individu-individu kecil yang mandiri, mengenal teritori dan rasa kepemilikan, sehingga mereka menghendaki area pribadi sendiri. Itulah sebabnya, anak-anak pada usia ini lebih senang tidur terpisah dari orang tuanya.

Mengapa orang tua memberlakukan share bedroom pada anak-anaknya, pastinya mempunyai alasan tersendiri. Salah satunya bisa dikarenakan ukuran kamar yang terbatas atau bisa saja untuk lebih memudahkan pengontrolan dan efisiensi ruang. Untuk lebih memudahkan menata share bedroom pada anak-anak, orangtua harus mengingat beberapa hal, diantaranya adalah :

  • Memahami bahwa anak-anak adalah individu-individu yang berbeda sehingga sangat penting untuk tetap menampilkan selera individu mereka.
  • Sebagai individu kecil, anak membutuhkan area privasi sendiri atau area untuk menyendiri, oleh karena itu sebaiknya mereka memiliki tempat tidur masing-masing.
  • Sebagai orang tua, Anda harus menyediakan apapun itu untuk keperluan anak-anak, sebanyak jumlah anak yang menempati kamar tersebut, terutama apabila mereka memiliki beda umur yang tidak terlalu jauh sehingga tidak satupun dari mereka merasa dilupakan.

Setelah mengerti dan memahami apa yang diinginkan dan dibutuhkan anak-anak, maka Anda akan lebih mudah untuk merancang kamar sesuai dengan harapan mereka. Mungkin tidak seratus persen seperti apa yang mereka harapkan, setidaknya sudah dapat mewakilkan apa yang mereka butuhkan.

Untuk bisa membuat kamar tidur yang sangat disukai anak-anak perlu diciptakan tema yang imaginatif. Anda bisa meminta pendapat mereka, tema apa yang paling mereka sukai untuk kamar tidur mereka. Jika jenis kelamin anak sama, Anda bisa leluasa dalam menerapkan tema, asal Anda yakin betul bahwa keduanya telah sepakat untuk menggunakan tema tersebut.Tetapi bila jenis kelamin anak Anda berbeda, hal itu akan sangat sulit dilakukan. Untuk itu, Anda bisa membuat tema yang umum. Tetapi, umumnya untuk saudara beda jenis kelamin, share bedroom paling hanya sampai umur lebih kurang sepuluh tahun. Menginjak sekolah lanjutan, anak akhirnya tidur terpisah.

Kembali kepada masalah share bedroom, tata letak untuk kamar tidur gabungan membutuhkan perhatian khusus terutama jika ruang yang tersedia tidak besar. Sebaiknya, kita memvisualisasikan dalam kepala kita di mana sebaiknya tempat tidur diletakkan, apa yang akan jadi pusat perhatian pada ruang tidur, dimana sebaiknya si kecil belajar, dan lain-lain. Tentu saja dengan membandingkan ukuran furnitur terhadap ruang yang tersedia.

>> TIPS TATA LETAK LAMPU UNTUK INTERIOR RUANGAN

Lampu tidak hanya berfungsi sebagai alat pencahayaan atau sumber penerangan saja, melainkan sudah menjadi elemen penting sebagai penunjang estetika dari sebuah bangunan ataupun ruang, baik di ruang terbuka maupun di ruang tertutup. Berikut ini akan kami berikan beberapa pola meletakkan lampu yang bisa Anda jadikan acuan.

Dikatakan linear karena pengaturannya atau peletakannya dilakukan secara berderet atau dalam satu baris. Saat menata interior, Anda bisa menerapkan pola ini ke hampir semua elemen interior, seperti furnitur dan aksesori ruang, termasuk lampu. Peletakan pola linear merupakan cara penyusunan yang sederhana, mudah diterapkan, dengan hasil karakter interior yang modern-praktis dan kontemporer. Secara tidak langsung, peletakan linear juga berfungsi menunjukkan arah dan pergerakan tertentu.

Sebagai pedoman, pola peletakan linear akan lebih teratur jika jarak antara satu lampu dengan yang lainnya sama. Walaupun demikian, tidak ada salahnya Anda menampilkan sedikit variasi dengan membuat jarak berseling. Cara ini akan menghasilkan peletakan yang berkesan diamis dan tidak membosankan.

Terpusat

Peletakkan lampu secara terpusat mungkin sudah sering Anda lakukan. Jika Anda sering memasang lampu di tengah plafon ruang, Anda telah mempraktikkan peletakan ini. Meletakkan lampu di tengah atau pusat ruang merupakan langkah ampuh untuk mendapatkan cahaya yang menyebar rata ke seluruh ruang. Keunggulan lain dari metode ini adalah komposisi ruang yang tercipta pasti seimbang. Lalu, bagaimana Anda bisa menerapkan peletakan ini untuk beberapa lampu?

Untuk pengaplikasian satu lampu, Anda tinggal menceri titik tengah suatu bidang misalnya plafon, dinding atau lantai, kemudian letakkan lampu di titik tersebut. Untuk penerangan yang terdiri dari beberap lampu, susunlah lampu-lampu tersebut seolah-olah mengarah ke suatu titik pusat imajiner. Titik pusat tersebut bisa Anda biarkan kosong atau Anda "isi" dengan lampu. Umumnya peletakan seperti ini muncul dalam komposisi berbentuk lingkaran atau bujur sangkar. Sama halnya dengan peletakan satu lampu, peletakan beberapa lampu secara terpusat juga dapat diterapkan pada dinding, plafon, atau lantai ruang.

Peletakan lampu seperti ini menghadirkan keseimbangan simetri dalam interior rumah Anda, terutama jika lampu yang dipakai bersifat dominan. Contohnya adalah lampu besar di plafon atau lampu dinding yang tampak menonjol.

Sudut

Peletakan lampu di sudut merupakan salah satu cara ampuh untuk "menghidupkan" sudut ruang yang biasanya terabaikan. Semua jenis lampu bisa Anda gunakan. Lampu berdiri, lampu gantung, lampu dinding, sampai lampu duduk mungil. Coba letakkan lampu tersebut di meja sudut, misalnya. Dalam sekejap, sudut ruang Anda pun jadi cantik.

Jika Anda ingin menjadikan sudut ruang sebagai focal point, sebaiknya pilih lampu berdesain menonjol, misalnya yang berwarna kontras, berukuran besar, atau yang berbahan unik, misalnya lampu lampion kertas.

Selain menciptakan area yang apik dan enak dilihat, lampu di sudut juga menghadirkan fungsi ruang tersendiri. Untuk mendapatkannya, Anda hanya perlu menambahkan satu atau beberapa furnitur di dekat lampu tersebut. Single sofa yang nyaman, meja sudut, atau rak buku mungil dapat diletakkan di sana sehingga Anda bisa mendapatkan sudut baca yang menyenangkan. Jika ditambahi satu sofa lagi, area ini bisa Anda sulap menjadi ruang tamu.
( referensi )

>> TIPS STANDAR RUMAH NYAMAN UNTUK LANSIA


Memasuki usia 65 tahun, gerakan motorik manusia tidak selincah sebelumnya. Ini disebabkan oleh penurunan fungsi otak sebelah kanan, yang mengatur gerakan motorik, kemampuan visual, dan kemampuan mengingat. Walaupun tidak semua orang mengalami kemunduran fungsi motorik, namun pada umumnya gerakan-gerakan sederhana seperti mengetuk jari, berlari, dan berjalan naik akan sulit dilakukan.

Karena kemampuan geraknya terbatas, rancangan rumah yang ditinggali lansia hendaknya diperhatikan. Semua hal mesti dibuat mudah dan terjangkau, sehingga si lansia bisa beraktivitas sendiri, tanpa harus menunggu pertolongan orang lain. Di negara-negara Eropa dan Amerika, setiap bangunan, baik umum maupun pribadi, telah dirancang sedemikian rupa agar lansia bisa nyaman tinggal atau beraktivitas di dalamnya.

Apa saja yang bisa kita perbuat, agar lansia yang ada di rumah menjadi nyaman dan aman dalam melakukan aktivitasnya?

Sedakan pegangan
Para lansia kerap berpegangan untuk memudahkan pergerakannya. Jadi, tidak ada salahnya kalau Anda memasang pegangan pada dinding di lokasi yang sering dilalui. Pegangan dapat terbuat dari apa saja, besi, plastik atau dari kayu. Yang penting nyaman dan aman untuk digenggam. Tinggi pegangan sebaiknya sekitar 70-80 cm.

Selain di jalan yang sering dilalui, pegangan wajib diletakkan di kamar mandi karena di area ini lansia gampang terpeleset. Sediakan pegangan di dekat wastafel, toilet, shower, bathtub, dan di dinding dekat pintu.

Ruang yang cukup
Saat lansia mesti menggunakan kursi roda, ruangan yang dibutuhkan untuk bergerak dan memutar tentu lebih besar dibandingkan ruangan untuk orang muda. Menurut buku "Time Saver Standard For Architect" karangan Neufert, untuk orang berkursi roda dibutuhkan yang selebar 91,4 cm. Sedangkan ruangan yang dibutuhkan untuk memutar selebar 150 cm. Meskipun tidak menggunakankursi roda, lansia yang menggunakan alat bantu jalan seperti tongkat, juga memerlukan ruangan yang lebih besar dibanding orang biasa.

Kurangi tangga
Salah satu yang paling "ditakuti" para lansia adalah aktivitas naik turun tangga. Selain membuat punggung sakit, naik turun tangga terasa tak aman bagi mereka. Karenanya, letakkan kamar tidur dan kebutuhan lain seperti kamar mandi, ruang makan, dapur dan ruang menonton tv di lantai bawah.

Musuh lainnya adalah perbedaan tinggi lantai antara satu ruangan dengan ruangan lainnya. Contohnya saja, teras yang lebih tinggi dari carport, sehingga dibutuhkan anak tangga. Bagi lansia, anak tangga ini akan menjadi hambatan maka sebaiknya dihilangkan. Kalau tetap ingin menggunakan anak tangga, buatlah selandai mungkin, kira-kira tingginya kurang dari 15 cm dan lebar lebih dari 27 cm.

Jika si lansia mesti bergerak dengan bantuan kursi roda, sebaiknya tangga tadi diganti dengan ramp. Lebar ramp yang cukup aman untuk dilalui kursi roda minimal 90 cm, dengan sudut kemiringan sebesar 8,5% (1:12). Agar kursi roda tidak mudah tergelincir, pilih bahan yang tidak licin atau lapisi ramp dengan karpet.
( referensi )

>> BAHAN ALTERNARTIF TRIPLEKS UNTUK LANTAI PARKET, BERIKUT TIPS NYA


Kita sering melihat lantai kayu lebih populer dipergunakan di rumah-rumah di negara luar, tetapi bukan berarti lantai kayu di Indonesia tidak ada peminat. Hanya saja untuk dapat memakai kayu sebagai lantai rumah, banyak yang harus dipertimbangkan.
Dulu ketika kayu masih banyak belum mengalami krisis seperti sekarang ini, lantai kayu terbuat dari kayu solid. Tetapi karena sekarang bisa dikatakan kayu sudah langka, maka dibuatlah parlet laminate yang merupakan pengembangan dari parlet (lantai kayu). Parlet terbuat dari beberapa lapis material yang direkatkan jadi satu. Umumnya ada 4 lapisan pembentuknya. Yang terbawah adalah lapisan pelindungan ”biasanya melamine” yang berfungsi melindungi kayu dari kelembaban yang ditimbulkan lantai yang sudah ada (lantai di bawahnya).

Kemudian di atasnya adalah bahan utama”biasanya MDF (medium density fiberboard) atau HDF (high density fiberboard). Lapisan di atasnya lagi adalah material dekoratif. Karena MDF dan HDF memiliki permukaan polos (tidak bermotif), maka dibutuhkan motif kayu buatan agar tampilan lantai terlihat seperti kayu alami. Lapisan bermotif kayu ini biasanya terbuat dari resin. Terakhir, lapisan paling atas adalah film transparan yang kuat dan berfungsi sebagai pelindung. Dengan adanya lapisan film ini, parket laminatelebih tahan gores dan tahan air dibandingkan parket kayu solid.

Hanya saja parket laminate memiliki kelemahan, karena terbuat dari kayu serbuk, ia tidak terlalu kuat menahan beban dibandingkan kayu solid. Karena itu bahan ini cocok digunakan untuk ruang-ruang yang tidak terlalu menanggung banyak beban, misalnya ruang tidur atau ruang tamu.

Selain itu harga parket termasuk mahal dan rumit perawatannya. Setidaknya, Anda harus lebih ekstra dalam merawat parket. Lalu bagaimana supaya Anda tetap menggunakan lantai kayu dengan harga yang terjangkau? Untuk mengakali hal ini, Anda bisa menggunakan tripleks sungkai. Dengan tripelks sungkai, lantai akan nampak seperti parket tapi Anda tidak memerlukan perawatan yang rumit seperti halnya parket.

Perbedaan pemasangan parket laminate dan tripleks sungkai
Dalam memasang parket laminate, untuk memudahkannya, parket laminate didesain dengan sistem interlocking antara lidah dan ceruk. Pada satu keping, sisi sebelah kirinya adalah lidah dan sisi sebelah kanannya adalah ceruk; sisi atasnya lidah dan sisi bawahnya ceruk. Cara memasangnya adalah memasukkan lidah keping yang satu ke dalam ceruk keping yang lain. Hal ini berbeda dengan pemasangan keramik yang setiap kepingnya harus direkatkan pada lantai yang ada di bawahnya. Pada pemasangan parket laminate, perekat juga dibutuhkan, tapi hanya untuk menempelkan antara satu keping dengan keping lainnya (lem dioleskan pada bagian lidah dan ceruk).

Sedangkan untuk memasang tripleks sungkai, lantai tetap harus diaci, dan pengaciannya pun harus benar-benar rata. Ini karena pada parket buatan ini tidak terdapat sterefoam yang dapat membantu "meratakan" lantai. Setelah acian benar-benar kering dan rata, selanjutnya dipasang tripleks biasa yang dilem dan dipaku pada lantai. Barulah di atas tripleks biasa ini dipasang tripleks sungkai. Pemasangan tripleks sungkai cukup dengan dilem saja, lalu di-finishing dengan menggunakan melamin seperti pada parket biasa.

Cara perawatan
Mengingat bahan utama lantai parket dan parket buatan ini terbuat dari kayu, maka musuh utamanya adalah kelembaban. Disarankan merawat lantai parket dengan penyedot debu atau sapu saja. Jangan pernah mengepel lantai parket, karena genangan air yang terkurung di lapisan plywood bisa melapukkan kay. Selain itu, dengan meningkatnya kelembaban pada parket dapat menimbulkan perbedaan tekanan yang drastis. Akibatnya sendi parket bisa lepas dan kalau diinjak lantai akan berbunyi atau berderik.

Selain menjaga lantai parket dari kelembaban, sebaiknya Anda gunakan lapisan atau bahan kimia anti rayap. Untuk membuat lantai parket anti rayap bisa dilakukan penyuntikan pada kepingan kayunya. Atau ketika Anda membeli material parket ini, Anda bisa memilih jenis parket yang sudah disuntik dengan cairan anti rayap.
( sumber )

>> BAGAIMANA MEMILIH LAMPU TAMAN YANG AMAN ? BERIKUT TIPS NYA


Elemen lampu pada taman sangat penting. Selain memberi penerangan, lampu taman juga dapat mempercantik taman di malam hari. Umumnya di taman orang menggunakan lampu sorot untuk memunculkan karakter tanaman dan bangunan di sekitarnya.
Untuk lampunya sendiri, upayakan memilih lampu non halogen. Pilihlah lampu hemat energi yang dirancang khusus untuk keperluan luar ruang (eksterior).

Ada baiknya, sebelum membeli lampu perhatikan Indeks Proteksi (IP) yang terdiri dari angka 2 digit. Angka yang tertulis di awal merupakan indikator perlindungan terhadap unsur-unsur solid. Batasanya dimulai dari angka 0 hingga 6. Sedangkan angka kedua mewakili indikator perlindungan terhadap benda cair. Batasannya dimulai dari angka 0 hingga 8. Semakin kecil kedua angka yang dicantumkan, berarti semakin kecil proteksinya. Misalnya IP 00, yang berarti lampu tidak memiliki proteksi.

Untuk lampu taman, sebaiknya gunakan lampu dengan IP 44. Ini berarti lampu tersebut memiliki perlindungan terhadap benda padat yang diameternya lebih dari 1 mm dan juga terlindung dari air yang disemprotkan dari segala arah.

Selain itu, yang harus Anda perhatikan adalah dimana seharusnya lampu itu harus ditempatkan agar sesuai dengan IP yang tercantum. Untuk lebih jelasnya, Anda dapat menanyakannya secara langsung pada pramuniaga yang menjualnya.
( sumber )

>> TIPS MEMANFAATKAN SISA LAHAN BELAKANG RUMAH UNTUK TERAS


Bagi Anda yang memiliki lahan sisa di belakang, usahakan jangan dibiarkan begitu saja. Anda dapat memanfaatkan lahan belakang rumah untuk teras.  Membuat teras dibelakang rumah merupakan salah satu ruang yang fungsinya hampir sama dengan ruang bersantai bersama  keluarga.

Pemilihan Material
Hendaknya pemilihan material untuk elemen dinding, lantai atau penutup atapnya diperhatikan agar ketika berada di dalamnya Anda merasa nyaman. Sebaiknya material lantai dipilih yang tidak licin. Hal ini mengingat teras berada di luar ruangan sehingga rentan terkena air.

Demikian juga dengan material penutup atapnya. Agar terkesan tidak gelap, Anda bias menggunakan material atap transparan seperti poli karbonat.

Karena menjadi bagian dari luar rumah, teras hendaknya juga diberi sentuhan  hijau agar suasana terkesan sejuk. Tak perlu tanaman yang besar ukurannya, Anda bisa menanamkan rumput di sekeliling teras. Anda bisa juga menggantungkan tanaman pot. Sebaiknya dipertimbangkan ukuran pot yang diletakkan di teras. Jangan sampai teras terkesan sempit lantaran banyaknya tanaman yang ada di sekeliling atau di dalamnya.